Instalasi perangkat yang baik adalah harus merujuk kepada hasil rancangan yang dilakukan oleh seorang Planning Engineer, pada tulisan ini penulis lebih focus pada kesalahan pemasangan antenna sectoral yang berakibat fatal pada kesalahan analisa pada proses optimasi jaringan.
Pada pemasangan antenna sectoral ada 3 parameter penting yang harus benar-benar diperhatikan:
1. Ketinggian Antenna
untuk ketinggian antenna adalah diukur dari bracket bawah antenna ke tanah. kesalahan pemasangan ketinggian antenna menyebabkan kesalahan perhitungan pada area cakupan dan analisa optimasi lainnya
2. Azimuth atau Arah Antenna
saat ini sudah banyak alat (selain kompas) yang dapat digunakan untuk pengarahan antenna yang lebih baik, misalnya menggunakan google earth dengan memperhatikan citra gedung-gedung disekitar site. kelemahan kompas yang rentan terhadap pengaruh besi tower (yang menyebabkan arah tidak presisi) dapat diatasi dengan membandingkannya dengan hasil pengamatan citra di google earth.
3. Tilting atau Kemiringan antenna, ada 2 macam tilting yaitu: electrical tilting dan mechanical tilting
problem yang sering terjadi di lapangan adalah, kesalahan instalasi mechanical tilting dikarenakan tidak lurusnya posisi antenna (0 deg position). sehingga pengaturan kemiringan antenna yang diatur berdasarkan skala yang terdapat pada antenna. oleh karena itu pengukuran kemiringan antenna dengan menggunakan waterpass adalah suatu keharusan.
Note: waterpass adalah alat ukur yang menggunakan gelembung air dalam sebuah tabung kaca kecil, prinsip kerjanya adalah berdasarkan kerataan air terhadap horizontal bumi.
Installator/tukang pasang harus melakukan pembaharuan 3 data-data diatas dan melaporkannya pada Engineer Optimasi, jika terdapat ketidak cocokan pemasangan dengan perencanaan awal, ketidak disiplinan Installator dalam melaporkan data-data tersebut akan menyebabkan kesalahan pada analisa optimasi, sehingga secara langsung akan berdampak pada biaya yang harus dikeluarkan oleh operator.
Dalam banyak kasus pada jaringan seluler di Indonesia, data-data ini sering di abaikan, sehingga terdapat kekacauan analisa, dan menyebabkan laporan-laporan hanyalah berisi tipu-tipu yang tak berguna. Hal ini berdasarkan prinsip "yang penting bagus, ya sudah!".
Kesalahan ini harus diantisipasi dalam dunia Network Plannning di Indonesia, karena dalam skala besar pasti akan berdampak pada mahalnya biaya optimasi jaringan, dan tentunya juga berdampak pada hal-hal lainnya yang terkait.
19.3.08
15.3.08
Pentingnya Network Planning
Baca Cepat:
1. Network Planning adalah kegiatan tiada henti
2. Network Planning selalu mengikuti perubahan lingkungan
3. Network Planning mempengaruhi pendapatan operator
Bagi sebuah operator, Network Planning adalah sebuah pekerjaan penting yang membutuhkan waktu, analisa, dan biaya. Lebih dari itu, ini adalah kegiatan tiada henti dengan tekanan dari perkembangan teknologi telekomunikasi yang terus berkembang. Terkadang, dibutuhkan kapasitas ekstra sementara di suatu tempat, dan Network Planning dibutuhkan pada saat itu untuk melayani pertambahan kebutuhan. Perubahan pada Network juga dipengaruhi oleh lingkungan: Pembangunan sebuah gedung tinggi dapat merubah multipath dari sebuah sinyal, pembangunan mall baru membutuhkan cell sites baru, begitu juga dengan pembangunan jalan tol yang baru menambah lokasi-lokasi potensial yang baru.
Kualitas dari proses Network Planning secara langsung dapat mempengaruhi pendapatan dari sebuah operator. Perencanaan yang buruk menyebabkan suatu wilayah kelebihan kapasitas (terbuang sia-sia) atau malah kekurangan kapasitas yang menyebabkan banyak pengguna tidak dapat dilayani (karena jaringan sibuk), sehingga pendapatan yang masuk ke sebuah operator tidak sebanyak yang seharusnya. Sebagian pelanggan akan tidak senang dengan hal ini, dan investasi perangkat yang mahal akan terbuang percuma.
1. Network Planning adalah kegiatan tiada henti
2. Network Planning selalu mengikuti perubahan lingkungan
3. Network Planning mempengaruhi pendapatan operator
Bagi sebuah operator, Network Planning adalah sebuah pekerjaan penting yang membutuhkan waktu, analisa, dan biaya. Lebih dari itu, ini adalah kegiatan tiada henti dengan tekanan dari perkembangan teknologi telekomunikasi yang terus berkembang. Terkadang, dibutuhkan kapasitas ekstra sementara di suatu tempat, dan Network Planning dibutuhkan pada saat itu untuk melayani pertambahan kebutuhan. Perubahan pada Network juga dipengaruhi oleh lingkungan: Pembangunan sebuah gedung tinggi dapat merubah multipath dari sebuah sinyal, pembangunan mall baru membutuhkan cell sites baru, begitu juga dengan pembangunan jalan tol yang baru menambah lokasi-lokasi potensial yang baru.
Kualitas dari proses Network Planning secara langsung dapat mempengaruhi pendapatan dari sebuah operator. Perencanaan yang buruk menyebabkan suatu wilayah kelebihan kapasitas (terbuang sia-sia) atau malah kekurangan kapasitas yang menyebabkan banyak pengguna tidak dapat dilayani (karena jaringan sibuk), sehingga pendapatan yang masuk ke sebuah operator tidak sebanyak yang seharusnya. Sebagian pelanggan akan tidak senang dengan hal ini, dan investasi perangkat yang mahal akan terbuang percuma.
7.3.08
Langgan:
Entri (Atom)
